Apa itu kopi madu?

Apa artinya kopi menggunakan madu?

Kita sering mendengar pertanyaan ini ketika kita menjelaskan proses madu kepada klien, teman, dan kerabat kita. Nama Honey Process memang membingungkan, apa yang datang ke kepala banyak orang ketika mereka pertama kali mendengar istilah tersebut mungkin melibatkan kopi yang direndam dalam semacam ramuan madu atau rasa kopi dengan sentuhan rasa madu.

Tetapi pada kenyataannya, itu tidak ada hubungannya dengan madu yang dibuat oleh lebah atau rasa yang dihasilkannya.

Lalu mengapa disebut madu?

Proses Madu adalah salah satu dari tiga proses pasca panen yang biasa digunakan di seluruh dunia: 1) Proses alami atau kering, 2) Proses yang dicuci atau basah, dan 3) Proses madu atau madu atau sering disebut pulped natural. Ketiga metode ini memiliki keunikan tersendiri. Sebelum menjelaskan ketiga metode ini, silakan serap gambar ceri kopi di bawah ini.

Ketika ceri kopi dikupas, Anda akan melihat lapisan transparan yang menutupi biji kopi yang disebut lendir. Lendir ini adalah bagian terpenting dari proses madu.

Proses alami adalah proses pengeringan kopi langsung dengan buah. Intinya, buah dipetik dari pohon, kemudian dikeringkan langsung di bawah sinar matahari. Dalam proses basah, air digunakan untuk mengupas ceri ke lendir, hanya menyisakan biji kopi sebelum kopi dikeringkan. Sekarang, untuk proses madu, ceri kopi dikupas dan dikeringkan dengan lapisan lendir yang masih menutupi biji kopi. Kemudian selama proses pengeringan, lapisan ini masih menyerap kelembaban dari udara, membuatnya lebih lengket, yang mirip dengan tekstur madu.

Proses ini banyak digunakan di Amerika Tengah, dan mereka menyebutnya kata miel, yang berarti madu. Jadi dari situlah nama proses madu berasal.

Apa pentingnya proses madu?
Proses madu cukup sulit dilakukan, tetapi kopi yang dihasilkan pasti sepadan dengan usahanya. Hal pertama yang harus dilakukan adalah, petani akan memilih ceri dengan kematangan terbaik. Kemudian, seperti yang kami jelaskan sebelumnya, lapisan luar ceri akan terkelupas, hanya menyisakan lapisan lendir dan biji kopi. Selanjutnya, kopi akan dikeringkan di bawah sinar matahari seperti proses alami.

Nah, lapisan lendir ini adalah kunci untuk proses madu, karena lendir menyimpan gula dan keasaman, yang menjadi lebih terkonsentrasi ketika kopi dikeringkan. Karena semakin pekat, kandungan gula akan merambah ke dalam biji kopi. Oleh karena itu, rasa yang biasa ditemukan dalam proses madu adalah rasa manis yang sangat tinggi dengan keasaman yang seimbang, serta rasa yang lebih jelas dan lebih jelas bila dibandingkan dengan kopi yang menggunakan proses alami.

Apa perbedaan antara madu merah, kuning dan hitam?
Warna di sini mewakili warna kopi setelah proses pengeringan. Warna-warna yang berbeda ini dapat terjadi karena lapisan lendir yang melekat pada kopi saat pengeringan memiliki ketebalan yang berbeda. Semakin tipis lapisan lendir, semakin cepat kopi akan mengering. Inilah perbedaan antara ketiganya:

Apa itu kopi madu Madu Kuning
Dalam proses ini, hanya 25% dari lapisan lendir yang tersisa.

Proses pengeringan biasanya dilakukan di tempat yang tidak terlalu teduh sehingga lebih cepat. Waktu pemrosesan adalah sekitar 8 hari.

Madu Merah
Untuk Madu Merah, ada 50% dari lapisan lendir yang tersisa. Pengeringan dilakukan dalam cuaca berawan atau di tempat yang cukup teduh. Proses ini selesai dalam waktu sekitar 12 hari.

Madu Hitam
Proses ini adalah yang terpanjang dan paling berisiko dibandingkan dengan yang lain. 100% dari lapisan lendir mematuhi benih dan dikeringkan selama sekitar 30 hari di bawah tempat penampungan untuk hasil maksimum.

proses kopi

Bukan Proses Sederhana




Dibandingkan dengan ketiganya, Madu Hitam memiliki kompleksitas rasa yang lebih tinggi daripada proses lainnya. Hal ini karena waktu yang lama membuat kandungan gula dalam lendir semakin terkonsentrasi dan semakin banyak diserap ke dalam biji kopi. Namun, Madu Hitam jauh lebih sulit untuk dikerjakan, terutama karena waktu yang dibutuhkan. Dalam jangka waktu tersebut, semakin tinggi risiko kopi menjadi rusak/rusak akibat bakteri dan jamur. Selain itu, kopi harus diserahkan lebih sering daripada merah atau kuning.

Kita sering mendengar pertanyaan ini ketika kita menjelaskan proses madu kepada klien, teman, dan kerabat kita. Nama Honey Process memang membingungkan, apa yang datang ke kepala banyak orang ketika mereka pertama kali mendengar istilah tersebut mungkin melibatkan kopi yang direndam dalam semacam ramuan madu atau rasa kopi dengan sentuhan rasa madu.

Tetapi pada kenyataannya, itu tidak ada hubungannya dengan madu yang dibuat oleh lebah atau rasa yang dihasilkannya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Need Inquiry?